Penutupankarena tenaga kesehatan di RSUD Tarakan terpapar Covid-19. Jalan (poliklinik) untuk setiap klinik dilakukan pembatasan jumlah pasien dan pendaftaran disarankan melalui aplikasi pendaftaran online. Instalasi Rehab Jl Mulawarman No. 99 Tarakan 77111, Kalimantan Utara - Indonesia Telp : 0551-5 I 08115416560 IGD : 08115757911 (24 JAM) Whatsapp Tarakan(ANTARA) - Jumlah tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan bertambah, maka penutupan RSUD milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diperpanjang sampai batas yang belum ditentukan. “Sebanyak 705 orang yang sudah di swab di RSUD , 125 orang yang positif. BERITATERKAIT: Rumah Sakit Berubah Jadi Rumah Sehat, Dinkes DKI Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir. Hanya dalam 2 Pekan, Kasus Covid-19 di Kota Bandung Melonjak 100 Persen. Masih Ada 926 Orang di Jakarta yang Berjuang Sembuh dari Corona. Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut, Dinkes Jatim Diminta Segera Bentuk Tim Khusus. NamaKelas Jumlah Ruangan Jumlah Tempat Tidur Tempat Tidur Tersedia Pasien dengan KJS yang perlu dirujuk ke rumah sakit bisa dibantu untuk mendaftar melalui sistem internet oleh petugas puskesmas," ujar Dirut RSUD Tarakan. Dengan penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta, diharapkan adanya tranformasi layanan kesehatan yang ditingkatkan di antaranya pendaftaran secara online, keramahtamahan dan layanan kesehatan unggulan," kata Dian. Ia memaparkan, Pemprov DKI Jakarta memiliki layanan kesehatan unggulan di setiap rumah sakit termasuk RSUD Tarakan. IFRSUD TARAKAN, JAKPUS: JL. KYAI CARINGIN JAKARTA PUSAT: 0901A022: YANMASUM RSAL MINTOHARDJO: JL. RAYA BENDUNGAN HILIR NO 17: 0901A025: IF RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO: JL. DIPENOGORO 71 JAKARTA daftar faskes; faskes 1 jakarta pusat; daftar faskes bpjs jakarta pusat; faskes tingkat 1 bpjs jakarta pusat; Share on: Twitter Facebook ZYhp. Via hp android dengan mendownload aplikasi kami di google play strore dengan nama RSUD Tarakan Kaltara dan ikuti seluruh prosedur pendaftarannya Via sms hp dengan cara ketik REGNO_RMREKAM MEDIKKODE_KLINIKKODE_DOKTERYYYY-MM-DDtahun-bulan-hariBPJS/NON BPJS kirim ke 08115372823, contoh REG1846581619722017-10-020002017468369 Via web bisa langsung diakses melalui aplikasi simpolan klik disini.... dan ikuti prosedur pendaftarannya. Ayoooo nikmati fasilitas tersebut. Pendaftaran online hanya berlaku untuk pasien dengan kunjungan ulang yang sudah punya No Rekam Medik dan berlaku untuk H-1 samapai dengan H-30. TARAKAN –Rumah sakit milik Provinsi Kalimantan Utara yang ada di Tarakan sudah menggunakan sistem online untuk pendaftaran bagi masyarakat yang berobat rawat jalan. Pendaftaran sistem online ini menjadikan nama RSUD Tarakan semakin eksis serta membuat pelayanan masyarakat semakin mudah, nyaman, bahkan hemat waktu. Kemudahan yang didapatkan dalam sistem online tersebut membuat peserta JKN-KIS yang ingin berobat merasakan kenyamanan dan hemat waktu. Kepala Humas dan Kemitraan RSUD Tarakan Dina Fathonah mengatakan, bahwa sistem online tersebut sudah diluncurkan sejak 26 Oktober 2017 oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM, dengan nama Aplikasi SIMPOLAN yang bisa diunduh di Playstore melalui handphone Android. “Inovasi ini muncul karena seringnya melihat antrean yang begitu banyak dari warga yang ingin berobat di RSUD Tarakan, dimana hampir seluruh masyarakat yang datang ke rumah sakit adalah peserta JKN-KIS. Dan dari situlah tercetus suatu ide untuk membuat inovasi agar antrean sedikit berkurang, yaitu dengan meluncurkan suatu aplikasi pendaftaran online,” ujar Dina Fathonah di ruangnya, Kamis 19/4. Tujuan aplikasi ini bisa lebih memudahkan dan mempersingkat waktu bagi pasien yang ingin rawat jalan. Pihaknya berharap agar masyarakat bisa mengetahui bahwa sistem pendaftaran online ini sehingga memudahkan mereka yang ingin berobat. Karena memanfaatkan online tersebut, masyarakat tidak perlu datang pagi-pagi ke RSUD. “Melainkan datang pada waktu yang telah ditentukan melalui SMS konfirmasi yang kami kirimkan. Jadi tak perlu lagi mengantre menunggu berlama-lama untuk panggilan berobatnya,” katanya. Warga yang mendaftar via online hanya datang ke RSUD Tarakan sesuai dengan jadwal, kemudian menemui petugas loket pendaftaran online bahwa dia hadir dan langsung diarahkan ke poliklinik yang dituju. Untuk pendaftaran online ini hanya berlaku bagi pasien yang sudah pernah mendaftarkan diri berobat secara manual. Artinya sistem online tidak berlaku untuk pasien baru, karena di pendaftaran online itu dimintai nomor rekam medic RM dengan 6 angka. “Jadi untuk pasien baru diharuskan untuk mendaftar manual dulu,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Wahyudi Putra Pujianto mengapresiasi adanya aplikasi terobosan RSUD Tarakan ini. “Meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS menjadi fokus utama pemerintah Kabinet Kerja RI di tahun 2018,” terang Wahyudi. Hal ini juga selaras dengan BPJS Kesehatan, dimana peningkatan angka kepuasan peserta JKN-KIS menjadi salah satu dari tiga fokus utama BPJS Kesehatan di tahun ini. Lanjut dia, pemerintah melihat masih banyaknya/padatnya antrean peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan pelayanan di ruang-ruang tunggu di rumah sakit maupun FKTP di hampir terjadi semua wilayah di Indonesia, khususnya semenjak program strategis nasional, JKN-KIS ini digulirkan di tahun 2014 hingga sekarang. “Pemerintah secara spesifik melihat dan memberikan instruksi agar masalah ini menjadi perhatian bersama dan dicarikan solusinya segera,” katanya. BPJS Kesehatan memilih antrean online menjadi solusi yang jitu untuk mengurai antrean ini, sehingga peserta bisa menghemat waktunya dengan tetap bisa mengambil nomor antrean dan mendapatkan informasi kapan harus datang untuk dilayani. Pihaknya bersyukur, karena RS mitra BPJS Kesehatan yang paling besar di wilayah kerja KC Tarakan, yaitu RSUD Tarakan sudah mengaplikasikan hal tersebut. SIMPOLAN adalah aplikasi online milik RS yang memungkinkan peserta untuk memilih poli yang ingin dikunjungi, dokter spesialisnya, dan waktu pelayanannya sesuai dengan keinginan. Namun tetap mengikuti prosedur rujukan berjenjang dan sesuai dengan indikasi medis. Selain antrean online ini, pihaknya juga berharap agar aplikasi ini dapat dikembangkan lebih luas lagi agar dapat menginfokan kepada peserta terkait ketersediaan tempat tidur dan kelengkapan sarana dan prasarana. “Kami harapkan ini dapat dikembangkan lagi agar dapat dilakukan bridging dengan aplicares aplikasi BPJS Kesehatan agar semakin dapat diakses lebih luas lagi oleh peserta JKN-KIS,” pungkas Wahyudi. adv/vy/har TARAKAN –Rumah sakit milik Provinsi Kalimantan Utara yang ada di Tarakan sudah menggunakan sistem online untuk pendaftaran bagi masyarakat yang berobat rawat jalan. Pendaftaran sistem online ini menjadikan nama RSUD Tarakan semakin eksis serta membuat pelayanan masyarakat semakin mudah, nyaman, bahkan hemat waktu. Kemudahan yang didapatkan dalam sistem online tersebut membuat peserta JKN-KIS yang ingin berobat merasakan kenyamanan dan hemat waktu. Kepala Humas dan Kemitraan RSUD Tarakan Dina Fathonah mengatakan, bahwa sistem online tersebut sudah diluncurkan sejak 26 Oktober 2017 oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM, dengan nama Aplikasi SIMPOLAN yang bisa diunduh di Playstore melalui handphone Android. “Inovasi ini muncul karena seringnya melihat antrean yang begitu banyak dari warga yang ingin berobat di RSUD Tarakan, dimana hampir seluruh masyarakat yang datang ke rumah sakit adalah peserta JKN-KIS. Dan dari situlah tercetus suatu ide untuk membuat inovasi agar antrean sedikit berkurang, yaitu dengan meluncurkan suatu aplikasi pendaftaran online,” ujar Dina Fathonah di ruangnya, Kamis 19/4. Tujuan aplikasi ini bisa lebih memudahkan dan mempersingkat waktu bagi pasien yang ingin rawat jalan. Pihaknya berharap agar masyarakat bisa mengetahui bahwa sistem pendaftaran online ini sehingga memudahkan mereka yang ingin berobat. Karena memanfaatkan online tersebut, masyarakat tidak perlu datang pagi-pagi ke RSUD. “Melainkan datang pada waktu yang telah ditentukan melalui SMS konfirmasi yang kami kirimkan. Jadi tak perlu lagi mengantre menunggu berlama-lama untuk panggilan berobatnya,” katanya. Warga yang mendaftar via online hanya datang ke RSUD Tarakan sesuai dengan jadwal, kemudian menemui petugas loket pendaftaran online bahwa dia hadir dan langsung diarahkan ke poliklinik yang dituju. Untuk pendaftaran online ini hanya berlaku bagi pasien yang sudah pernah mendaftarkan diri berobat secara manual. Artinya sistem online tidak berlaku untuk pasien baru, karena di pendaftaran online itu dimintai nomor rekam medic RM dengan 6 angka. “Jadi untuk pasien baru diharuskan untuk mendaftar manual dulu,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Wahyudi Putra Pujianto mengapresiasi adanya aplikasi terobosan RSUD Tarakan ini. “Meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS menjadi fokus utama pemerintah Kabinet Kerja RI di tahun 2018,” terang Wahyudi. Hal ini juga selaras dengan BPJS Kesehatan, dimana peningkatan angka kepuasan peserta JKN-KIS menjadi salah satu dari tiga fokus utama BPJS Kesehatan di tahun ini. Lanjut dia, pemerintah melihat masih banyaknya/padatnya antrean peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan pelayanan di ruang-ruang tunggu di rumah sakit maupun FKTP di hampir terjadi semua wilayah di Indonesia, khususnya semenjak program strategis nasional, JKN-KIS ini digulirkan di tahun 2014 hingga sekarang. “Pemerintah secara spesifik melihat dan memberikan instruksi agar masalah ini menjadi perhatian bersama dan dicarikan solusinya segera,” katanya. BPJS Kesehatan memilih antrean online menjadi solusi yang jitu untuk mengurai antrean ini, sehingga peserta bisa menghemat waktunya dengan tetap bisa mengambil nomor antrean dan mendapatkan informasi kapan harus datang untuk dilayani. Pihaknya bersyukur, karena RS mitra BPJS Kesehatan yang paling besar di wilayah kerja KC Tarakan, yaitu RSUD Tarakan sudah mengaplikasikan hal tersebut. SIMPOLAN adalah aplikasi online milik RS yang memungkinkan peserta untuk memilih poli yang ingin dikunjungi, dokter spesialisnya, dan waktu pelayanannya sesuai dengan keinginan. Namun tetap mengikuti prosedur rujukan berjenjang dan sesuai dengan indikasi medis. Selain antrean online ini, pihaknya juga berharap agar aplikasi ini dapat dikembangkan lebih luas lagi agar dapat menginfokan kepada peserta terkait ketersediaan tempat tidur dan kelengkapan sarana dan prasarana. “Kami harapkan ini dapat dikembangkan lagi agar dapat dilakukan bridging dengan aplicares aplikasi BPJS Kesehatan agar semakin dapat diakses lebih luas lagi oleh peserta JKN-KIS,” pungkas Wahyudi. adv/vy/har TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Tarakan memulai terobosan baru yang memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan pelayanan rawat jalan. Upaya tersebut yakni pendaftaran pasien secara Online yang nantinya berujung pada sistem E-Rekap Medic. Melalui pengumuman yang diterbitkannya pada Jumat, 9 Juli 2021, RSUD Tarakan menyampaikan sebab dimulainya terobosan tersebut yakni menghindari antrian panjang nomor skrining, sehingga terhitung pada 1 Agustus 2021, pendaftaran pelayanan rawat jalan diwajibkan melalui online. RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara tidak akan menerima pasien yang mendaftar rawat jalan secara offline/manual. Hal itu dibenarkan oleh Plt. Direktur RSUD Tarakan, dr. Franky Sientoro yang mengatakan pihaknya telah memiliki kesiapan agar memudahkan masyarakat saat pendaftaran nomor skrining. “Dalam waktu dekat kami sudah memulai percobaannya pendaftaran online, sehingga di awal bulan Agustus kita sudah bisa menerapkan pendaftaran online,” kata dia kepada “Hampir semua masyarakat sudah memiliki hp android, sehingga itu dapat memudahkan masyarakat untuk mendaftar dan tidak antri. Bila ada pasien lansia, itu kan dapat dibantu oleh keluarganya saat mendaftar,” lanjut dokter spesialis anak tersebut. Dikatakannya, setelah pasien mendaftar secara online, dilanjutkan dengan registrasi di layanan poli yang ditujukan. Melalui aplikasi Simas Jempol, pasien akan meng-input data berupa nama pasien, NIK, Nomor BPJS dan beberapa item lainnya. Upaya tersebut bakal berlanjut pada terobosan E-Rekap Medic yang dapat memudahkan penjangkauan data pasien ke dokter spesialis yang melayani. Selain itu, sistem tersebut juga membantu pasien untuk menerima obat secara cepat dari apotek yang terintegrasi ke dokter yang menangani. * Reporter Kristianto Triwibowo Editor Nicky Saputra